benarfahatem SOCCER NEWS

Menu Close

Page 2 of 2

Thomas Muller dan Hasan Salihamidzic Memuji Robert Lewandowski

Thomas Muller dan Hasan Salihamidzic Memuji Robert Lewandowski

Robert Lewandowski berhasil melakukan hat-trick untuk Bayern di laga DFL-Supercup. Berkat prestasinya tersebut dirinya mendapat pujian dari Thomas Muller dan Hasan Salihamidzic.

Thomas Muller memuji Robert Lewandowski berkat hat-trick yang dilakukannya pada laga hari Minggu waktu setempat. Dirinya pun yakin hal tersebut merupakan alasan kenapa Bayern Munchen menolak untuk menjual si pemain.
Pemain kelahiran Polandia tersebut sukses mencetak tiga gol, kemudian pasukan Niko Kovac berhasil menambahkan dua gol lagi sehingga megakhiri pertandingan dengan kemenangan Bayern 5-0 melawan Eintracht Frankfurt. Alhasil Bayern mendapat piala juara DFL-Supercup.
Lewandowski sendiri sebelumnya sempat menjadi bahan pembahasan yang hangat mengenai masa depannya. Hal tersebut dikarenakan pemain berumur 29 tahun tersebut diyakini menginginkan tantangan yang baru. Alhasil dirinya juga sempat menerima kritikan soal komitmennya dalam klub.

Tetapi Muller berpikir permainan yang ditunjukkan para rekan setimnya merupakan jawaban yang sempurna atas alasan kenapa Bayern menolak untuk menjual Lewandowski.
“Itu merupakan respons yang sangat baik darinya kepada para pengkritik,” Ucap Muller yang dilansir dari FourFourTwo.
“Dia menunjukkan kualitas nya lagi, meskipun dia sebenarnya tidak perlu membuktikan kualitasnya kepada siapapun.”
“Kita perlu menyadari fakta bahwa dirinya berada dalam 100 persennya, dan kemudian dirinya juga sangat penting bagi kami.”
“Dan hal tersebut lah kenapa pihak klub tidak akan membiarkan dia pergi.”
Jerome Boateng sendiri tidak ikut pertandingan tersebut, sedangkan sang pemain masih dibayang-bayangi kabar akan pindah ke Paris Saint-German. Akan tetapi Muller mengaku dirinya tidak ingin sang bek-tengah tersebut pergi.
“Kami membutuhkan Jerome,” Ucapnya.
“Dia merupakan pemain yang sangat penting. Jika dia dalam kondisi baik, maka hanya sedikit pemain bek yang memiliki kualitas seperti dirinya.”

Direktur olahraga Bayern, Hasan Salihamidzic juga memuji permainan yang ditunjukkan Lewandowski, meskipun kabut ketidakpastian masa depan sang pemain di klub.
“Dia adalah pemain profesonal. Itu merupakan reaksi yang tepat, itu yang saya mau dia lakukan,” Ucap sang direktur.
“Yang tadi itu benar-benar jawaban yang tepat. Lewandowski sendiri, bagi saya, adalah penyerang terhebat di dunia jika bukan salah satunya. Dan sekarang dia kembali membuktikan hal tersebut.”

Niko Kovac Memuji Lewandowski

Niko Kovac Memuji Lewandowski

Pemain penyerang Bayern Munchen, Robert Lewandowski menerima pujian dari pelatih Niko Kovac berkat tiga golnya pada pertandingan kemenangan di DFL-Supercup.

Niko Kovac memberikan pujian kepada Robert Lewandowski yang sukses menciptakan hat-trick, tetapi kepala pelatih Bayern Munchen tersebut juga berterima kasih kepada mantan pelatih Jupp Heynckes. Ucapan tersebut diucapkan sang pelatih setelah kemenangan mereka di DFL-Supercup.

Pasukan Kovac mengawali musim dengan kemenangan, dan hal tersebut berkat sang bintang penyerang Lewandowski yan gberhasil mencetak tiga gol pada pertandingan Bayern melawan Eintracht Frankfurt yang berakhir dengan skor 5-0.

Dengan ini, Kovac berhasi mendapatkan ‘silverware’ pertamanya semenjak dirinya menggantikan Heynckes pada akhir musim 2017-18.

Lewandowski sendiri merupakan pemain yang sangat berpengaruh pada laga yang digelar di Commerzbank-Arena. Dirinya berhasil mencetak dua gol pada babak pertama, dan menciptakan gol ketiganya di menit ke-54.

Alhasil pemain kelahiran Polandia tersebut menerima pujian dari Kovac. Dirinya juga berterima kasih atas klub pilihan Heynckes yang menjadikan Bayern mendapatkan kemenangan ketiganya di DFL-Supercup.
“Kami tidak perlu berbicara begitu banyak tentang Robert. Dia adalah penyerang yang sangat baik dan bertaraf dunia, yang baru saja membuktikan dirinya hari ini,” Ucap Kovac yang dilansir dari FourFourtwo.

“Tidak mudah untuk mencetak tiga gol hanya dalam 70 menit. Dan saya perlu mengetakan bahwa alasan kenapa kami dapat bermain hari ini karena adanya Eintracht Frankfurt dan Jupp Heynckes yang berhasil memenangi kejuaraan ini tahun lalu.”

“Saya berterima kasih kepadanya karena telah meninggalkan saya tim yang sekuat ini. Dan bekerja demi skuat ini adalah hal yang menyenangkan. Saya harap kami nantinya akan terus sukses.”

Kovac mengaku pertahanan Eintracht Frankfurt sebenarnya kokoh, mereka mengalami kesulitan diawal pertandingan. Tetapi berkat gabungan Lewandowski dan Joshua Kimmich mereka baru bisa menjebol pertahanan musuh.

“Kami berhasil membuat bola mampu bergelinding dengan baik. Kami berhasil tidak mengijinkan kesempatan mencetak gol dapat terjadi.”

“20 menit awal pertandingan bukanlah muda bagi kami, karena formasi Frankfurt itu kokoh. Lewat tindakan yang hebat dari sisi kanan oleh Joshua Kimmich dan Lewandowski, permainan jadi lebih mudah bagi kami. Tentu saja setelah itu, kami jadi lebih beruntung.

“Saya puas dan saya harap bahwa gelar ini akan memperkuat kami di masa depan. Tentu saja saya mengharapkan yang terbaik untuk Eintracht dan musim depan akan sama suksesnya dengan yang sebelumnya.”

Massimiliano Allegri Berharap Juventus Menang Champions League

Massimiliano Allegri Berharap Juventus Menang Champions League

Dengan Cristiano Ronaldo yang berhasil di datangkan ke Juventus, pelatih Massimiliano Allegri berharap hal tersebut akan menjadi pertanda baik pada kemungkinan menang Juve di Champions League.

Berdasarkan ucapan dari Massimiliano Allegri, Juventus saat ini lebih percaya diri dari kapanpun untuk dapat memenangkan Champions League setelah dapat mendatangkan Cristiano Ronaldo.
Ronaldo yang datang dengan mahar sebesar 112 Juta Euro dari Real Madrid, sudah mencetak gol pertamanya di jawara Serie A pada hari minggu waktu setempat. Kala itu Juve menjalani pertandingan persahabatan melawan tim senior dan junior Juventus.
Bintang Portugal tersebut telah empat kali menjadi juara di Eropa ketika bersama Madrid. Dirinya juga sempat mencetak gol pada laga final Champions Leage 2017 yang berakhir dengan kekalahan Juventus 4-1.
Kekalahan tersebut merupakan kedua kalinya dalam tiga musim dimana raksasa klub Italia tersebut berhasil ke final dan dikalahkan dengan klub Spanyol. Setelah sebelumnya mereka kalah 1-3 melawan Barcelona tahun 2015.
Tetapi dengan Ronaldo yang sudah pindah tempat tinggal ke Turin, Allegri berharap musim 2018-19 dapat memberikan rasa kemenangan mereka setelah sebelumnya sukses tahun 1996.
“Biasanya, kami memiliki ambisi yang lebih besar dalam memenangkan Champions League dari pada tahun lalu, sama seperti ketika kami menginginkan Scudetto, Coppa Italia dan Supercoppa Italiana,” Ucap Allegri yang dilansir dari Sky Sport Italia.

Sang bintang memiliki banyak pengalaman yang sudah membawanya sampai sejauh ini. Allegri menyadari hal tersebut, bahkan dirinya akan menggunakan Ronaldo sebagai figure untuk menginspirai pemain mudanya agar dapat mencoba menjadi lebih baik lagi.
“Ronaldo memiliki segala pengalaman kelas atas di level internasional dan sekaligus menjadi motivasi extra untuk generasi muda supaya mengincar yang lebih tinggi.”
”Anda tidak mungkin memenangkan lima piala Ballon d’Or begitu saja dan anda bisa melihat seberapa keras dirinya berusaha untuk dapat berada disana.”

Allegri menyadari Juventus tidak akan mampu memenangi Champions League hanya dengan mengandalkan Ronaldo. Dirinya mengambil contoh Real Madrid yang berhasil menang empat kali dalam lima tahun terakhir sebagai klub yang akan membuat mereka terus ‘bekerja keras’.
“Akan tetapi, Real Madrid telah memenangi empat dari lima edisi terakhir Champions League dan mereka juga melakukannya lewat kerja keras.”
“Kami juga harus bekerja keras dan saat inilah saya untuk pertama kalinya saya benar-benar melihat seluruh pasukan dapat bermain bersama-sama.”

Bartomeu Menolak Bicara Soal Pogba, Tetapi Pintu Tetap Terbuka

Bartomeu Menolak Bicara Soal Pogba, Tetapi Pintu Tetap Terbuka

Presiden klub sepak bola Barcelona, Josep Maria Bartomeu ditanyakan soal kemungkinan Paul Pogba masuk ke klub setelah kemenangan Barcelona melawan Sevilla di Supercopa de Espana pada hari Minggu.

President Barcelona Josep Maria Bartomeu menolak untuk membahas hubungannya dengan bintang Manchester United, Paul Pogba. Meskipun begitu dirinya tetap membukakan pintu bilamana ada kepindahan yang mungkin terjadi sebelum masa transfer ditutup.

Setelah Piala Dunia 2018, Paul Pogba menghadapi masa depan yang tidak pasti di Old Trafford, akan tetapi pemenang LaLiga, Barca telah muncul sebagai pihak yang dikatakan paling cocok untuk sang gelandang kelahiran Prancis tersebut.

Pogba sendiri baru saja diberi tanggung jawab sebagai seorang kapten pada laga pembuka United di Premier League yang berakhir dengan skor 2-1 atas Leicester City. Akan tetapi dirinya menghadapi hubungan yang tegang dengan sang manajer Jose Mourinho.

Setelah pertandingan usai, Pogba mengaku dirinya bisa saja di denda jika dirinya mengatakan apa yang dia inginkan setelah pertandingan hari Jumat waktu setempat tersebut. Hal ini mengakibatkan meningkatnya keraguan atas masa depan Pogba di klub.

Masa transfer Premier League sendiri sudah ditutup pada tanggal 9 Agustus waktu setempat. Sedangkan klub-klub Spanyol masih bisa melakukan transfer hingga tanggal 31 Agustus waktu setempat.
“Saya tidak mau berbicara soal nama siapapun, kami punya rasa hormat kepada semua klub dan masih ada sisa 20 hari lagi.”

“Kami akan melihat pemain-pemain mana yang keluar. Kami sedang fokus kepada Liga, jadi akan lebih baik untuk menanyakan kepada Eric Abidal, Ramon Planes atau Pep Segura soal pemain. Masih ada waktu untuk melakukan bisnis.”

Sementara itu, Barca mengalami masa transfer yang sibuk. Mereka sudah mendatangkan Malcom, Arthur, Clement Leglet dan Arturo Vidal.

Klub raksasa LaLiga tersebut dikabarkan saat ini sedang berusaha untuk meningkatkan kekuatan gelandang mereka setelah Andres Iniesta pergi ke Jepang dan bergabung dengan Vissel Kobe.

“Kami tidak akan pernah mendapatkan Andres Iniesta yang lain, hal tersebut tidak mungkin karena dia hanya ada satu dan dirinya berada di Jepang.” Ucap kepala pelatih Barca, Ernesto Valverde.

“Saya tidak berpikir soal mendatangkan pemain. Saya berpikir soal tim dan persiapan untuk menghadapi laga berikutnya.”
“Itu adalah rencana saya, meskipun begitu semua pintu masih dibuka sampai masa transfer akhirnya ditutup.”